Peran Komunikasi Budaya dalam Membangun Toleransi Antarbudaya Masyarakat Multikultural

Penulis

  • Suryani Musi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Dea Audia Elsaid Universitas Almarisah Madani

Kata Kunci:

Komunikasi Budaya, Toleransi Antarbudaya, Kesadaran Budaya, Kompetensi Antarbudaya, Masyarakat Multikultural

Abstrak

Keberagaman budaya merupakan realitas sosial yang semakin nyata di masyarakat
multikultural, termasuk di Indonesia, di mana perbedaan suku, agama, bahasa, dan nilai
budaya memengaruhi cara individu berinteraksi dan berkomunikasi. Fenomena ini
menimbulkan tantangan dalam membangun pemahaman dan toleransi antarbudaya, karena
perbedaan budaya yang tidak dipahami dengan baik berpotensi menimbulkan
kesalahpahaman, stereotip, bahkan konflik sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
peran komunikasi budaya dalam membangun toleransi dan hubungan sosial yang harmonis di
tengah keberagaman budaya, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan
menghambat efektivitas komunikasi lintas budaya. Penelitian menggunakan pendekatan
kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur dan
observasi terhadap informan yang berasal dari berbagai latar belakang budaya. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa kesadaran budaya, sensitivitas terhadap nilai dan norma
budaya lain, serta keterampilan adaptif merupakan faktor kunci yang memungkinkan
terjadinya komunikasi yang efektif dan minim konflik. Komunikasi budaya terbukti dapat
mengurangi kesalahpahaman, meningkatkan sikap saling menghargai, dan memperkuat
kohesi sosial, sedangkan hambatan seperti perbedaan bahasa, prasangka budaya, dan
etnosentrisme perlu dikelola melalui pendidikan dan pengalaman interaksi lintas budaya.
Berdasarkan temuan ini, penguatan kompetensi komunikasi budaya menjadi strategi penting
untuk menciptakan integrasi sosial, meminimalkan potensi konflik, serta membangun
masyarakat yang inklusif dan harmonis. Penelitian ini memberikan rekomendasi agar individu,
lembaga pendidikan, dan organisasi masyarakat secara aktif mengembangkan kesadaran dan
keterampilan komunikasi lintas budaya melalui pelatihan, dialog, dan pengalaman interaksi
antarbudaya secara berkelanjutan.

Biografi Penulis

Suryani Musi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Dea Audia Elsaid, Universitas Almarisah Madani

Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Almarisah Madani

Unduhan

Diterbitkan

2025-11-24

Terbitan

Bagian

Artikel