Ritual Andingingi Suku Kajang dalam Menciptakan Kesadaran Ekologis Merawat dan Melestarikan Alam
Kata Kunci:
Komunikasi Lingkungan, Suku Kajang, Kerusakan Hutan, Pasang Ri Kajang;, Andingingi RitualAbstrak
Kerusakan hutan yang terus berlangsung menjadi persoalan lingkungan krusialdi Indonesia, yang sebagian besar disebabkan oleh eksploitasi sumber daya alam dan rendahnya kesadaran ekologis masyarakat. Upaya pelestarian hutan memerlukan pendekatan sosial-budaya yang berlandaskan nilai-nilai lokal, terutama praktik kearifan masyarakat adat. Penelitian ini mengkaji komunikasi lingkungan masyarakat Suku Kajang di Kawasan Ammatoa, Sulawesi Selatan, yang dikenal konsisten menjaga kelestarian hutan melalui sistem nilai dan aturan adat Pasang ri Kajang. Pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif digunakan untuk memahami bentuk, proses, dan peran komunikasi lingkungan yang dilakukan melalui ritual Andingingi, prinsip Tallasa Kamase-masea, dan penerapan Pasang ri Kajang. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif,dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi lingkungan dalam masyarakat Suku Kajang berlangsung secara holistik dan multidimensional, menggabungkan komunikasi simbolik, nonverbal, dan normatif yang berfungsi sebagai media edukasi ekologis, mekanisme kontrol sosial, serta pewarisan nilai budaya. Kesadaran ekologis yang terinternalisasi melalui komunikasi ini didukung oleh keyakinan kosmologis yang memandang alam sebagai entitas sakral yang harus dijaga secara harmonis. Penelitian ini menegaskan pentingnya kearifan lokal sebagai landasan strategis dalam menjaga kelestarian hutan dan menyediakan model komunikasi lingkungan yang berkelanjutan di tengah dinamika sosial dan modernisasi.




